Diberdayakan oleh Blogger.
  • Home
  • Beauty
  • Makna Cerita
  • Parenting
    • Komunikasi Produktif
    • Melatih Kemandirian Anak
    • Family Project
    • Gaya Belajar Anak
    • Stimulasi Anak Suka Membaca
    • ILoveMatch Parenting

SUDUT PANDANG OKY


Credit by Pinterest


Kamu mah kreatif, kalo aku gak kreatif ?


Masih banyak para ibu berpikiran seperti ini. Bahwa kreativitas itu tolak ukurnya dari karya atau craft yang bisa dia buat.


Jawabannya No, bukan seratus persen benar. Bahwasanya kreativitas itu dapat muncul dari mengubah fokus dan sudut pandang kita sendiri. 


Ubah fokus, bagaimana caranya ? Banyak orang mengira ide-ide kreatif itu muncul dari pemikiran yang rumit. Padahal justru ide-ide cemerlang dan kreatif lebih banyak dihasilkan dari sebuah pemikiran  sederhana.



Melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, kenapa harus begitu ? Banyak orang yang berpikir kreativitas adalah sebuah bakat yang tidak semua orang miliki. Faktanya, kreativitas merupakan sesuatu yang bisa dilatih dan pelajari. Titik awal untuk menjadi orang kreatif adalah otak kita. Karena itu mulailah dengan mengubah mindset kita tentang orang kreatif.



Kreatif itu fitrah
Niat itu modalnya
Karya itu caranya
Manfaat adalah buahnya
(ukologi.com)



Credit by Ibu Profesional



Senada dengan review game level 9 dari kelas bunda sayang Ibu Profesional, bahwa kreativitas merupakan fitrah yang ada pada setiap anak sejak dia terlahir kedunia. Sedangkan kita sebagai orang tua berperan menjadi fasilitator untuk ananda belajar dan melatih kreativitasnya. Secara pribadi saya pun masih merasa belum maksimal dalam berkreasi, jadi selama ini saya berusaha mencari ide kreatif yang bisa di adopsi maupun dikembangkan.



Credit by Ibu Profesional



Lalu, bagaimana untuk memulai berpikir kreatif ? Tuliskan apa saja yang kita inginkan dan rasakan.


Satu hal yang bisa dicoba oleh ibu rumah tangga seperti saya yang tengah melatih diri untuk lebih kreatif adalah ballpoin atau pensil dan buku catatan kecil. Untuk apa?


Ide kreatif akan muncul dimanapun dan kapanpun. Bisa tiba-tiba saja muncul di kepala ketika sedang menikmati kopi atau teh bersama ananda dan suami, bahkan  termasuk ketika saya melamun di dalam toilet. Segera saya tulis di dalam buku ide apa yang muncul.


Ketika tidak membawa ballpoin dan kertas, bisa dicatat pada note di gaway. Catatan sangatlah penting sebagi dokumentasi. Nanti bisa membuka kembali catatan dan melihat ide menarik yang bisa diterapkan. Jadi ibu rumah tangga perlu buku catatan ? Iya, pasti.


"Ikatlah ilmu dengan mencatatnya." 


Tahapan Menjadi Kreator


Sistem pendidikan yang tepat bagi buah hati akan membentuk generasi yang berkualitas. Kita tahu bahwa pendidikan usia dini adalah suatu hal yang sangat penting. Sebaiknya, ibu pengajar di rumah membuat sistem belajar yang tepat agar anak bisa mendapatkan pendidikan terbaik. Sistem belajar yang baik berdasar Al Quran, hadist dan teladan Rasulullah akan membentuk kecerdasan anak dengan maksimal.

Dalam dunia pendidikan, kita mengenal ada dua istilah yaitu low order thinking skill dan high order thinking skill.





Keterampilan berpikir menurut Krulik dan Rudnick, 1999, dibagi menjadi 4 tingkat. Empat tingkatan berpikir tersebut adalah menghafal (recall thinking), dasar (basic thinking), kritis (critical thinking), dan kreatif (creative thinking).


Menghafal merupakan keterampilan berpikir yang paling rendah sedangkan kreatif adalah tingkat berpikir yang paling tinggi.


Lalu tingkatan berpikir yang mana yang merupakan high order thinking skill? High order thinking skill merupakan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Dua tahapan berpikir ini termasuk ke dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi. Otak tidak lagi berpikir berdasarkan ingatan namun berdasarkan apa yang ia cari dan temukan sendiri.




Berdasarkan taksonomi Bloom, LOTS menempati tiga tingkat piramida terbawah, yakni mengetahui, memahami dan mengaplikasikan. Sementara HOTS berada di tiga tingkat yang paling atas yakni analisis, evaluasi dan membuat kreasi.


Seperti Apa Sih Kreativitas Seorang Ibu Rumah Tangga ?


Menjadi ibu rumah tangga bukanlah sebuah pilihan, namun itu merupakan hakikat diciptakannya wanita. Peran dan fungsi ibu rumah tangga dalam Islam sangatlah berarti karena hampir semua urusan rumah tangga menjadi kewajiban wanita setelah menikah, yang harus ditanggungnya. Sehingga seorang ibu harus dituntut kreatif mengurus kebutuhan rumah tangga disela-sela mendampingi suami dan mendidik buah hati. Lalu, kreativitas seperti apa yang bisa dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga ?


a. Kreativitas sebagai pendamping suami dan melayani suami.
Beberapa kali saya mendengar tentang bahasa cinta. Bahwa bahasa cinta antar pasangan harus saling dimengerti, supaya pernikahan selalu harmonis dan terhindar dari kesalahpahaman. Kreatif memahami perasaan dan pemikiran pasangan serta memberikan surprise kecil sewaktu-waktu.

Menjadi tempat jurhat suami.


b. Pengasuh, perawat dan penjaga bagi anak-anak.


Sedikit contoh yang sering saya lakukan ketika anak dan dan suami sakit. Ketika anak sakit tak sedikit ibu menjadi panik. Sebagai ibu harus tenang  di dapur mmenghadapi semua kondisi supaya bisa berpikir jernih. Berkreasi di dapur membuat obat herbal sering saya lakukan untuk kesembuhan suami dan anak tercinta. 


c. Kreatif menjadi guru dan sahabat bagi anak-anak.

Credit by Pinterest


Hindari berkata "jangan" , semakin sering mengutarakan kata jangan ketika melihat si kecil berkreasi dengan mainannya atau sedikit berulah bisa menumpulkan kreativitasnya. Kita bisa menjelaskan dengan bahasa sederhana tentang bahaya dan apa yang harus dilakukan oleh anak jika menjumpainya.

Memberikan permainan yang variatif bisa memicu kreativitas anak dan secara otomatis sang ibu berlatih kreatif.

Menuliskan dengan rapi dan kreatif menu belajar anak serta mencatat perkembangannya dalam portofolio sederhana.


d. Motivator atau penyemangat bagi suami dan anak-anak.


Credit by Pinterest


Menemukan sisi handal anak dengan berbagai kegiatan bermain di rumah maupun di luar. Dengan begitu kita bisa memberikan surport kepada buah hati untuk meningkatkan keahliannya.

Memberikan kejutan kecil berupa kata sayang maupun penyemangat yang diselipkan di dalam kantong saku baju kerja suami. Ketika suami tak sengaja mengambil dan membacanya, beliau pasti akan bahagia.

Temukan apa kesenangan anak dan suami sebagai bahan kreasi !



e. Manager dalam rumah tangga.
Peran ibu sebagai manajer keuangan rumah tangga, juga harus pintar mengatur waktu,  menata rumah dengan konsep 5R. Ketika menata rumah kita bisa memanfaatkan barang bekas, kita sulap menjadi barang yang bernilai lebih dan mempunyai manfaat serta fungsi yang lebih lagi.


f. Chef(juru masak) untuk keluarga.
Menulis makanan apa saja yang disukai anak dan suami dalam buku catatan. Dari bahan dan menu kesukaan anak dan suami kita bisa berkreasi membuat menu dalam 10 hari kedepan untuk menghindari kebingungan mau masak apa.


g. Kreatif dalam dalam mengaktualisasi diri.


Credit by Pinterest


Walaupun notabene sebagai seorang ibu rumah tangga yang banyak menghabiskan waktu di rumah, kita perlu beraktualisasi. Kita tetap harus menjadi diri sendiri, namun jangan sampai mengorbankan kepentingan anak dan suami.

Lalu aktuliasasi seperti apa bagi ibu rumah tangga ?

🌷 Disela kesibukan dapur kita bisa sambil mendengarkan kajian untuk memperdalam ilmu agama.
🌷 Sembari menunggu suami pulang kantor bisa menyempatkan membaca buku 5-10 halaman setiap harinya.
🌷Ketika anak terlelap tidur di siang hari kita bisa mengikuti kelas online untuk memperkaya wawasan.
🌷Berkreasi dengan berkebun menciptakan keluarga mandiri pangan sub sayur mayur atau bumbu dapur, lebih hemat bukan ?
🌷Belajar public speacking dengan anak sebagai audiennya.
🌷Impian atau milestone yang bisa diraih bersama keluarga dimasa depan.
Dan masih banyak lagi..




Resume kreativitas selama 15 hari yang saya lakukan bersama si kecil terekam disini. Celetukan si kecil Abhi yang menggemaskan ketika saya beri pertanyaan pancingan. Dengan banyak bertanya otomatis Intellectual Curiosity anak akan terasah dengan baik.


Selamat berkreasi !

Jangan batasi pikiran kita !




Januari 13, 2020 No komentar



"Dauun," kata Abhi melihat daun pandan.


"Sini Bhi, ini bunda ambiliin, dicium."


"Wangi ya."


"Mangi," tirunya dengan konsonan yang salah.


"Panjang ya bhi daunnya," sambung saya.



Abhi mulai mengobservasi objek yang ada di depannya, terutaman yang menarik buat dia.


"Eh eh kok dimakan," teriak saya sambil menarik tangannya.


"Pahit?" tanya saya.


Abhi menganguk merasakan lidahnya yang terasa berbeda. 


Good job nak, kita lanjutkan dedaunan yang lain di depan rumah Kakung ya. Banyak cara memancing rasa ingin tahu anak, sore ini saya ajak Abhi belajar bentuk, aroma, warna dedaunan. Ada daun pandan, tanaman hias, pucuk merah.


Rasa ingin tahu anak harus terus dikembangkan. Yah, Abhi masih perlu ransangan atau stimulasi ras ingin tahunya untuk memicu kreativitasnya.



Januari 04, 2020 No komentar




"Ntang ecil (baca : bintang kecil)," Abhi mengikuti lagu yang saya nyanyikan.



Suhu badan 39,5° Abhi merengek, bergumam sambil menangis. Pusing dan dan tidak enak badan baru ia rasakan. Ketika mendengar nyanyian untuk menenangkan dan memperbaiki suasana hatinya, ia pun mengikuti kata terakhir di setiap baris lirik lagu.



Abhi berusaha membuat hatinya bahagia walaupun masih sakit.



"Anas, nda nda  cayang, anas(baca: panas bunda bunda sayang, panas)," ucapannya ketika mulai susah tidur.


Saat malam hari badan saya terasa pegal menggendongnya seharian, dan lebih dulu terlelap. Abhi membangunkan dengan rengekannya sambil menuturkan kalau di kepanasan.



"Iya Abhi panas badannya, sabar ya sayang besok sembuh," kalimat penenang untuk dia.


"Berdoa sama Allah yuk, Ya Allah berikanlah Abhi kesembuhan dan kesehatan, aamiin," cakap saya seraya memeluknya skin to skin (tanpa alas).
Januari 03, 2020 No komentar
Hujan angin masuk ke rumah lewat jendela jumbo samping. Abhi yang masih aktif walaunpun sudah batuk-batuk. Melihat tempias air hujan masuk, dingin semilir angin dan gatal di tenggorokannya tak dihiraukan lagi.



"Ujan," cakapnya pada saya.


"Awas ati-ati kepleset, sini berdoa dulu, Allahuma soyiban nafi'an, aamiin," ujar saya pada Abhi.





Abhi asyik berseluncur di atas lantai yang basah oleh air hujan. Mata dan raut mukanya tampak girang melihat cipratan air yang mengenai tralis. Hasratnya mengalahkan rasa angin dingin.






Masuklah ke dalam kamar mencari kursi makannya. Setelah mendapatkan kursi makan didorong mendekati jendela untuk bisa melihat hujan dengan memanjat kursi. Rambut dan celananya basah oleh air hujan.


Januari 02, 2020 No komentar





Lego warna-warni satu mainan yang setiap hari Abhi mainkan, tidak hanya menghibur juga memberi keuntungan bagi perkembangan anak. Sehingga disebutkan permainan menyusun balok lego ini termasuk mainan edukatif.


Bermain lego di sore hari, menghabiskan libur tahun baru dengan semilir dingin angin air hujan membasahi bumi.



Banyak sekali manfaat positif saat anak memainkan Lego. Apa saja? Yuk simak di bawah ini.


- Melatih motorik halus


Motorik halus Abhi perlu terus dilatih. Saat menyusun lego, jari-jarinya mengambil kemudian akan menumpuk, mengencangkan dengan menekan. Tangan dan otaknya bakal saling berkoordinasi secara oprimal. Hal ini sangat baik untuk merangsang motorik halusnya dan juga sensori yang sangat dibutuhkan saat ia belajar menulis nantinya.

- Memecahkan masalah dan matematika


Mengikuti instruksi saya untuk merakit Lego menjadi bentuk angka. Bermain lego membuat seuatu bentuk juga memiliki banyak manfaat untuk pemecahan masalah, melatih fokus, dan perhatian pada detail. Ambil yang pendek, ambil lagi yang agak panjang, taruh atasnya. Instruksi membuat bentuk angka yang saya berikan pada Abhi.  Mengeksplorasi keseimbangan, bentuk dan ukuran, selama bermain. Mengenal angka, membilang bagian dari permainan anak untuk meningkatkan kemampuan kognotifnya.


main lego
Lego angka



- Kemampuan komunikasi



"Bhi, ambil yang ini, pasang atasnya," perintah saya.


"Nah, jadi angka satunya, lanjut buat angka 2," cakap saya.


Begitulah keakraban kami saat membuat lego angka ini. Awal tahun 2020 kami bertiga masih dalam keadaan kurang sehat jadi kegiatan bermainnya Abhi pun hanya sederhana.


Bermain lego menghilangkan penat merasakan dinginnya semilir angin, seharian rumah diguyur hujan. Dari permainan sederhana ini keterampilan komunikasi Abhi dapat berkembang. Imajinasinya pun mulai meninggkat.


- Belajar kegigihan


Untuk membuat sebuah menara membentuk huruf satu dari lego dibutuhkan fokus, usaha serta trik yang mumpuni. Sebelum tahu formulasi yang pas, biasanya bakal berkali-kali gagal, jatuh atau roboh. Dengan bermain lego, anak belajar bagaimana konsisten dan gigih berjuang hingga bangunan berbentuk angka yang diinginkannya terwujud.
Januari 01, 2020 No komentar
On Youtube Channel


Apakah anak balita bunda suka memanjat? Mulai dari naik meja, kursi, almari bagian dalam hingga teralis jendela di rumah? Pasti, gemas campur khawatir ya ketika melihatnya!   


Ternyata saya tidak sendirian, ada banyak orang tua dengan si kecilnya yang juga suka memanjat. Dan saya perlu bersyukur, pasalnya memanjat merupakan salah satu   tahap penting dalam pengembangan keterampilan motorik kasar anak seusia Abhi. 



Selain bersabar menghadapi polah anak, orang tua tetap perlu memerhatikan faktor keamanannya. Saat mereka mulai memanjat banyak berdoa dan istighfar minta penjagaan oleh Allah untuk anak-anak kita.  Si kecil bisa saja  jatuh,  terbentur, tertimpa benda-benda hingga  menderita beberapa cedera yang lebih serius.



Melihat Abhi yang ingin memanjat tembok berundak biar bisa melihat luar dari balik jendela, perasaan dag dig dug selalu menghampiri saya. Lengah mengawasi si kecil ini bisa berakibat fatal. Karena Abhi baru pandai memanjat namun belum pandai untuk turun.



Kursi plastik yang sengaja saya letakkan di dalam lemari pakaian supaya tidak terlihat oleh Abhi. Saat terlupa menutup rapat lemari dan terlihat sedikit kursi dari pandangan Abhi, langsung Abhi ingin mengeluarkannya. Didorong-dorong pintu lemari agar terbuka lebar sehingga mudah mengambil kursi plastik sasarannya.



Yeach, setelah dapat kursi didorong mendekati jendela, naik ke atas kursi dan berhasil mencapai tembok berundak. Semilir angin menerpa bagian atas tubuhnya, matanya mengintip dari celah tralis.


"Abhi cari apa? burung," cakap saya padanya.


"Hati-hati ya kalau berdiri di kursi," tegas saya pada si kecil.


Terpancar bahagia dari raut mukanya, tujuaannya telah tercapai.



Badannya didekatkan ke tubuh saya mengisyaratkan ingin digendong turun.


"Turun sendiri ya, gini caranya," ajar saya pada Abhi.


Sudah mahir dia memanjat, kali ini latihan turun dengan selamat. Selesai itu kursinya saya kembalikan ke dalam lemari. Dan apa yang terjadi?









Abhi mendorong kursi makannya untuk dapat memanjat tembok berundak lagi.


"Hayo mau apa?" seloroh saya.

Membalas dengan senyum genit.


"Hati-hati ya, pelan-pelan."


"Aik atas(naik atas)," cakap Abhi pada saya setelah berhasil memanjat. Bisa lihat disini



"Anak punya cara sendiri dalam menghadapi masalah dan berjuang meraih sesuatu dengan pikiran kreatifnya."
Desember 31, 2019 No komentar
Older Posts
  • Macam Gerakan Brain Gym Untuk Anak dan Dewasa
    Kenapa Penting Menjaga Otak ? “The brain is conceded to be the master organ of the body, the regulator of life, the source of human pro...

Mengenai Saya

Foto saya
Sudut Pandang Oky
Lihat profil lengkapku

About me

Seorang istri dan ibu muda yang sedang belajar dan ingin berbagi.

Follow Us

Labels

Aliran rasa Binar Bunda Sayang Cerdas Finansial Dongeng Family Project Fitrah Keimanan Fitrah Seksualitas Grab your imagination Grain Gym Healthylife Herbal Holistic ibu ilovemath Institut Ibu Profesional Kecantikan kelas batalyon Keluarga multimedia Kesehatan Komunikasi Produktif Lifestyle Literasi Makna Cerita Melatih kemandirian anak Memahami Gaya Belajar Anak Misi Asik Olahraga Parenting PAUD Pejuang Literasi prosa Sehat Semua Anak Adalah Bintang Sensory play Stimulasi Anak Suka Membaca Thik Creative TK

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2022 (1)
    • ▼  Maret (1)
      • Review Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum dan ...
  • ►  2021 (1)
    • ►  September (1)
  • ►  2020 (56)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (9)
    • ►  Februari (16)
    • ►  Januari (24)
  • ►  2019 (156)
    • ►  Desember (17)
    • ►  November (23)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (19)
    • ►  Agustus (16)
    • ►  Juli (17)
    • ►  Juni (17)
    • ►  Mei (10)
    • ►  April (20)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates