Gaya Belajar Anak Campuran

by - Juli 13, 2019

Mengupas Kulit Jeruk, Stimulasi Gaya Belajar Anak





Melatih kemandirian anak terus berlanjut disetiap harinya. Daftar kemandirian anak satu-persatu sudah tercentang yang artinya sudah dikuasai oleh anak. Sebenarnya melatih kemandirian bisa datang dari mana saja. Hari ini saya melatih kemandirian Abhi dengan mengupas sendiri kulit jeruk sebelum memakannya. Sebelumnya dia hanya terima beres tinggal melahap tanpa bersusah payah.

Kegiatan mengupas jeruk siang hari ini sekalian saya gunakan untuk observasi gaya belajarnya. Warna kuning yang masih menjadi warna favorit Abhi, pertama kali saya tunjukkan sebutir jeruk langsung dia terima dengan bahagia. Duduk bersamanya mengajarkan mengupas kulit jeruk, saya meminta kulit jeruk dikumpulkan di lantai. Eh, malah kulitnya sesekali digigit sama Abhi. Ketertarikkannya untuk mencicip rasa kulit jeruk muncul reaksi nyengir dari mulutnya, berasa pahit mungkin lidahnya terkena getah kulit jeruk.

Apa sih manfaat kegiatan sederhana ini buat anak? Menurut bunda Abhi, manfaat dari mengupas kulit jeruk ini adalah mengajarkan anak berusaha dahulu sebelum memakan hasilnya, menggerakkan otot tangan, mengkoordinasikan antara tangan dan mata. Abhi berhasil mengupas satu biji buah jeruk sampai selesai sesekali diremas kulitnya dan tidak membuang kulit sembarangan sesuai instruksi saya.

Memperhatikan Abhi ketika mengupas, apa yang saya dapati. Secara visual warna kuning menarik baginya, ketika saya mengucapkan kuning Abhi pun menirukannya. Saat Abhi mendengar dan berhasil mengulang apa yang saya ucapkan disini dia sedang belajar secara auditori. Mematuhi apa yang yang ucapkan untuk mengumpulkan kulit jeruk bagian dari gaya belajarnya secara auditori. Gaya belajar kinestetik saya temukan ketika dia mengupas kulit jeruk sampai selesai dan memakan dagingnya.




Yang saya sedikit sesalkan tidak bisa melihat gerakan bola matanya ke arah mana karena saya memangkunya. Jadi kegiatan ini saya lebih dominan stimulasi gaya belajar anak. Perlahan pasti akan semakin terlihat gaya belajar apa yang dominan pada Abhi. Dari kegiatan mengupas kulit jeruk ini gaya belajar Abhi campuran atau lebih dari satu.


Seni Mengupas Kulit Jeruk Unik Dari Jepang




Tak usah diragukan lagi bahwa orang Jepang tipe orang kreatif. Mulai dari hal sederhana hingga hal rumitpun berhasil diinovasi. Mengupas kulit jeruk pun bisa menjadi kegiatan kegiatan yang menyenangkan ketika menggunakan teknik tertentu hingga menghasilkan karya yang indah dan unik. Sebagai obat penghilang stress pada kegiatan sehari-hari, kulit jeruk mampu disulam dengan apik menjadi berbgai bentuk lucu. Kulit jeruk bisa jadi bentuk burung yang lucu, cumi-cumi, boneka dan berbagai bentuk lainnya. Melihat kebiasaan yang tal lazim ini membuat saya ingin mempraktekkan bersama Abhi mengingat buah jeruk kami masih.


Membolak-balik Buku, Gaya Belajar Visual Anak




Sudah memasuki jam tidur Abhi namun bocah kecil ini belum menampakkan rasa kantuk ataupun kelelahan. Saya ambil dua buku yang salah satu merupakan buku favoritnya bertajuk "Aku Sayang Ayah", hingga sekarang Abhi kerap memanggil bapaknya dengan sapaan "Yang". Melihat bundanya membawa buku seketika dia mendekat dan mendominasi kegiatan. Berkali-kali saya ingin membacakan cerita yang ada di buku tersebut namun tak bisa, karena sudah dibalik terlebih dahulu.


Abhi sangat tertarik dengan gambar yang ada di dalam buku, dimana kedekatan sang ayah dengan anak lelakinya begitu terlihat. Dibolak-balik buku pertama kemudian pindah ke buku kedua yang bertajuk "Aku Sayang Tanaman". Abhi seperti mengecohkan dongeng yang keluar dari mulut saya. Dia lebih tertarik pada gambar di dalam buku tersebut.


Aktifitas kali ini saya bisa diamati gambar berwarna dalam artian gaya belajarnya dengan visual. Ketika saya tunjuk gambar kucing sekaligus menyebutkannya, Abhi menirukan berkata "ucing". Gerakan bola matanya pun hanya bergerak ke arah buku dan sesekali melihat sejajar ke arah saya. Kegiatan baca buku yang hanya melihat gambar ini menunjukkan gaya belajar Abhi dominan visual.




Gaya Belajar Campuran


Sebenarnya hampir semua anak usia dini atau balita memiliki gaya belajar campuran, sangat sedikit anak yang memiliki hanya satu gaya belajar. Gaya belajar campuran merupakan gaya belajar dimana anak kadang bertipe auditorial sekaligus visual dan atau juga kinestetik, atau hanya kinestetik dan visual. Ketika anak melakukan kegiatan bermain, semua alat indra dan kinestetiknya akan dimanfaatkan secara maksimal. Itulah sebabnya bermain merupakan kegiatan yang paling tepat diberikan pada anak usia dini, karena di samping menyenangkan buat anak, juga akan memaksimalkan pengindraan dan kinestetik anak, sehingga mampu memberikan informasi pengetahuan sebanyak-banyaknya pada anak.


Ketika anak bermain lompat tali maka otomatis kinestetiknya akan berkembang, anak juga akan mengamati bunyi yang ditimbulkan oleh lompatan kaki, anak akan berusaha menghitung berapa kali mereka melompat dan melihat/mengamati gerak tali atau kesalahan yang dilakukan temannya. Kegiatan gerak, mendengar dan mengamati tersebut merupakan berbagai kegiatan belajar yang melibatkan seluruh alat indra anak. Berbagai informasi yang diperoleh mengenai gaya belajar ini memberikan sumbangan besar khususnya bagi orang tua dalam menyajikan kegiatan pembelajaran misalnya mengenai alokasi waktu, pemilihan metode pembelajaran dan lain sebagainya.


________________
________________

Upaya Apa Yang bisa Dilakukan

Setelah Kenali Gaya Belajar Anak


________________

Kenali Kekuatan Anak



Menurut Mel Levine, M.D, co-founder All Kinds of Minds, Memahami watak anak juga dapat membantu Ibu menentukan gaya belajar anak mana yang paling tepat untuk buah hati Ibu. Misalnya, apakah si kecil tipe petualang, tipe pemikir, tipe penemu, tipe filsuf, atau tipe pencipta seperti penyair?

Mainkan Kekuatan Anak



Cara lain untuk meningkatkan potensi anak adalah dengan fokus pada bidang yang disukainya (areas of interest). Cobalah membantunya membangun skill akademik di area yang dikuasai anak Ibu. Orang tua benar-benar perlu menyokong ketertarikan dan anak, sehingga dia akan menjadi expert di bidang tertentu yang dikuasainya. Dengan begitu, anak akan lebih percaya diri dan Ibu makin memahami gaya belajar anak Ibu.


Perhatikan gaya belajar anak di sekolah


Mayoritas sekolah memang cenderung membuat anak duduk manis, mendengarkan penjelasan guru dan mengerjakan tugas. Apakah sekolah mengakomodasi murid-murid dengan gaya belajar anak yang berbeda?

Ini sebabnya orang tua sebaiknya pro aktif melihat gaya belajar anaknya di sekolah. Sudahkah membiat anak nyaman belajar dan menyerap ilmu yang diberikan.


Sumber Literasi :

Atalya.2018.https://www.ibupedia.com/artikel/balita/4-gaya-belajar-anak-dan-bagaimana-mengarahkannya
Fimela.2013.https://m.fimela.com/lifestyle-relationship/read/3726187/seni-mengupas-kulit-jeruk-yang-unik-dari-jepang



#hari3
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#ilovetolearn
@institut.ibu.profesional
#kuliahBundaSayang








You May Also Like

0 komentar