Memahami Gaya Belajar Anak Dengan Menerapkan Teknik Komunikasi NLP

by - Juli 25, 2019


IQRO’



Hari Kamis manis ini sekolah Abhi dimulai dengan mengaji. Huruf hijaiyah sering saya ajarkan dengna nyanyian dan melihat poster yang tertempel di dinding. Kali pertama ini Abhi belajar bahasa arab menggunakan buku iqro’.  Sampailah pada giliran Abhi menghadap Ibu guru.


“Yuk mas Abhi ngaji dulu” kata Ibu guru pada Abhi, saya lantas menyandingkan Abhi di sebelah Ibu guru. Abhi langsung meronta tak mau. “Ini ngaji alif ba ta kayak bunda kalau nyanyiin Abhi alif ba ta(sambil sedikit bersenandung)” rayu saya pada Abhi. Kemudian ABhi mulai diam dan tenang mau duduk di sebelah Ibu guru.


iqro' jilid 1
IQRO'



“A, A… Ba... , Ba… A… Ba…” lantunan suara Ibu guru. Abhi mau menyimak sesekali dia menoleh kanan dan kiri.

Ibu guru lanjut membacakan surat Al Fatihah dan hadist. Sampai pada bacaan hadist Abhi sudah tidak mau duduk dan saya mempersilakannya berdiri bermain di playground. Konsentrasi Abhi sudah mulai ada peningkatan.


Belum puas dan rasanya tak pernah puas dia bermain di area playground, kelas akan di mulai murid-murid harus berkumpul di depan kelas. Kegiatan senam dimulai, beberapa hari yang lalu Abhi rewel saat senam dimulai. Mulai dari nangis tidak mau berada dalam barisan. Tidak mau ikut senam dan lari kea rah play ground. Mau berada dalam barisan senam namun minta jajan.


Senin yang lalu Abhi makan jajan saat kegiatan senam, Selasa dia minta jajan saya berikan namun tidak saya bukakan. Saya melatih Abhi untuk focus dan sedikit demi sedikit mengurangi apa yang menjadi mengganggu fokusnya. Hari Rabu Abhi mau barada dalam barisan senam dan mengikuti bacaan doa tanpa makan jajan. Kemajuan hari kamis ini Abhi tidak minta jajan dan mau memperhatikan Ibu guru memperagakan gerakan senam. Dia pula melihat temannya senam tanpa meninggalkan barisan. Abhi keluar dari barisan saat senam sudah selesai.

Peningkatan focus dan konsentrasinya ini tak lepas dari komunikasi saya kepada Abhi dengan menggunakan Neuro Linguistic Programming. Saat golden time bersamanya, kami saling bertatapan dengan wajah ceria saya bicara kepada Abhi untuk nurut atau menuruti perintah saya. Saya sampaikan pada Abhi kalau sekolah tidah usah menangis, mendegarkan Ibu guru dan mau belajar, serta bermain bersama teman-temannya.


Bicara kepada anak yang susah berkonsentrasi ini harus dengan eye contact(kontak mata). Komunikasi empat mata pada suasana menyenangkan dengan mimik muka yang bahagia mampu masuk ke dalam otak dan alam bawah sadar anak. Sehingga anak akan paham apa yang kita sampaikan. Biasa disebut dengan komunikasi dari hati. Ketika menjelang anak akan tidur malam saya juga sering menyampaikan padanya untuk bias tenang di sekolah, tidak usah nangis dan lainnya. Gunakan kalimat-kalimat positif untuk membakar semangat anak.




Sungguh susah diterapkan memang, namun tidak ada salahnya dalam satu hari harus ada golden time bersama anak. Berbagai manfaat yang bisa dipetik dengan golden time ini. Selamat mencoba.

komunikasi kepada anak
Kunci Komunikasi Kepada Anak

Kunci berkomunikasi pada anak menurut saya adalah


  •        Mencari waktu yang tepat (golden time)
  •       Eye contact(kontak mata)
  •        Orang tua memasang mimik wajah yang bahagia
  •        Menggunakan kalimat positif
  •       Intonasi yang ramah dalam berbicara
  •       Artikulasi yang jelas ketika berbicara
  •        Memberikan dinamika saat berbicara
  •        Membakar semangat anak


Banyak hal yang mempengaruhi fokus anak usia balita seperti Abhi. Mulai dari rentang konsentrasi anak yang memang belum lama dan lingkungan yang memungkinkan menimbulkan kebisingan. Pada anak dengan gaya belajar auditori dan kinestetik seperti Abhi kebisingan merupakan gangguan terbesarnya sehingga dia sering hilang fokus.


Pengamatan Gaya Belajar Anak


Visual : Abhi melihat buku iqro’ saat Ibu guru membacakan huruf hijaiyahnya.
Abhi memperhatikan Ibu guru memperagakan gerakan senam. Dia pula melihat temannya senam tanpa meninggalkan barisan.

Auditori : Abhi mau menyimak bacaan iqro’ dari Ibu guru sesekali dia menoleh kanan dan kiri.
Abhi mau mematuhi perintah saya tetap berada dalam barisan senam dan melihat peragaan dari Ibu guru dan teman-temannya.

Kinestetik : -


You May Also Like

0 komentar