Mengenal Gaya Belajar Anak Seharian

by - Juli 17, 2019

Hari Ke Dua Sekolah


sekolah paud
Melintasi Jembatan Besi


Seperti kemarin saya masih menunggui Abhi di kelas. Kelas dimulai dengan senam, anak-anak di minta berdiri berbaris menirukan gerakan ibu guru. Namun Abhi tidak mau melakukannya dia menangis keluar kelas menuju pintu keluar sekolah. Saya tanya kenapa dia tidak mau tapi malah teriakan yang keluar. Akhirnya dia diam ketika masuk ke area bermain outdoor, bermain prosotan membuatnya tenang.


Gaya belajar Abhi yang cenderung auditori dia akan merasa tidak nyaman saat berada pada suasana berisik. Kelemahan pada anak dengan gaya belajar auditori adalah tidak bisa belajar dalam suasana berisik atau ribut. Karena masih usia kanak-kanak yang emosinya belum bisa terkontrol dengan baik maka dia menangis menunjukkan ketidaksukaan.


Setelah jam bebas dimana anak-anak boleh bermain bebas di luar kelas, Abhi yang masih penasaran bagaimana melintasi jembatan besi. Dengan susah payah dan tak pantang menyerah Abhi berusaha bisa melintasi jembatan besi itu. Bolak-balik dia menjajalnya, sampai lumayan bisa tanpa dibantu dipegangi. Sesampainya dirumah saya menemukan lebam hitam di area kakinya. 


Sikap pantang menyerah Abhi ini merupakan ciri-ciri dari anak pembelajar. Salah satu ciri-cirinya adalah Persisten. Seorang pemelajar yang mandiri tidak mudah menyerah dan selalu ingin bisa menguasai suatu konsep secara mandiri sedapat mungkin sebelum minta bantuan orang lain. Mereka bisa mengajari diri sendiri, dan biasanya hanya bertanya setelah tidak berhasil menemukan solusinya sendiri.


Pengamatan Gaya Belajar Abhi

🐬 Visual : -

👂Auditori : Abhi merasa tidak nyaman saat berada pada suasana berisik ketika kegiatan senam di kelas.

🤸 Kinestetik : Abhi semangat dan tidal menyerah untuk belajar melintasi jembatan besi.



Tidak Manja, Mengambil Snack Sendiri



Anak yang suka dilayani ini sedikit susah untuk mengajarkan kemandirian padanya. Snack coklat kesukaannya saya letakkan di dalam lemari pendingin. Habis minta lagi begitu terus hinga bolak-balik buka tutup lemari pendingin. Kemudian saya mengajarkan membuka sendiri karena tanggannya sudah bisa menggapai pegangan pembuka pintu dan tenaganya sudah kuat. 


"Abhi coba buka sendiri begini bukanya, ambil sendiri terus ditutup" cakap saya sambil mempraktekkan. Kemudian Abhi melakukan hal yang sama ketika mau makan snack lagi, namun dia tetap mengajak saya untuk mendekati lemari pendingin. "Abhi sendiri ya yang buka, kan sudah bisa" perintah saya dengan halus.


Pengamatan Gaya Belajar Anak

🐬 Visual : Abhi melihat bagaimana yang saya membuka dan menutup lemari pendingin. Kemudian bisa melakukan sendiri seperti yang saya contohkan.

👂Auditori : Abhi mendengarkan saat saya menerangkan bagaimana mengambil snack sendiri dan bisa merepetisinya.

🤸 Kinestetik : Abhi memahami apa yang saya contohkan dengan bersama mempraktekkan terlebih dahulu. 


Tendangan Pinalti


bermain sepak bola
Tendangan Pinalti


Sore hari setelah Abhi bangun tidur, saya siapkan gawang sederhana yang tiangnya dari mainan dia dan anyaman jaringnya saya buat dari rafia. 


"Abhi yuk main sepak bola, Abhi tendang bola sampai masuk gawang" cakap saya padanya. Lantas Abhi memgang bola mengamati bola sepak, dan kemudian menendang masuk bola ke gawang. Gawang kecil tak luput dari pengamatannya, dipegang dilihat seraya berpikir aneh sekali ini benda. Ups.


Saya jelaskan bola sepak yang dia pegang, mulai dari warna, bentuk dan teksturnya. Kemudian gawang yang dibuat banyak tali-tali untuk menahan bola supaya tidak lari. Dan menceritakan bahwa bermain sepak bola itu asyik.


Pengamatan Gaya Belajar Anak

🐬 Visual : Memperhatikan warna, bentuk dan tekstur bola. Mengamati tali-tali yang ada di gawang.

👂 Auditori : Mendengarkan penjelaskan saya tentang sepak bola dan bermain menendang bola sesuai instruksi.

🤸 Kinestetik : Menggerakkan kaki dan badan saat menendang bola. Terjadi koordinasi kaki dan mata saat menendang bola hingga masuk ke gawang.



Shooting Bola Basket(Memasukkan Bola Ke Ring)


shooting baskwt
Shooting Bola Basket



Lanjut bermain bola basket bukan di stadion atau di lapangan namun di dalam kamar. Ring basket yang saya pasang di jeruji tralis jendala untuk memudahkan akses Abhi. Bola bakset bertekstur kenyal dan kasar seperti kukit jeruk serta berwarna orang menjolok ini sangat menarik perhatian Abhi. Dipegangi, dilihati dan ditekan-tekan bola itu saat berada dalam genggamannya. Saya ajari cara mainnya, mudah saja tinggal dimasukkan dalam ring. 


Awalnya dia masih asyik memegang dan tidak memasukkan ke dalam ring. Instruksi kedua saya berikan baru dia memasukkannya. Bermain lempar bola ke dalam ring ini berlangsung agak lama. Tak lupa saya menceritakan kalau Bapaknya menyukai olah raga basket dan jika nanti Abhi sudah besar bisa bermain bersama Bapak. Saya jelaskan juga tentang tekstur, warna dan bentuk bola basket serta fungsi ring yang berbentuk bundar di bawahnya ada jaring-jaring.


Pengamatan Gaya Belajar Anak

🐬 Visual : Memperhatikan tekstur, warna, bentuk bola dan ring dengan tangan dan matanya.

👂Auditori : Mendengarkan instruksi saya dan melaksanakannya.

🤸 Kinestetik : Melakukan aktifitas melempar bola ke dalam ring dengan mengoordinasikan mata dan tangan.





#hari7
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#ilovetolearn
@institut.ibu.profesional
#kuliahBundaSayang

You May Also Like

0 komentar